ANALISIS
MAKNA DALAM SURAH AL-FATIHAH AYAT KE 6
Artinya :
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Sebelum menganalisis makna yang terdapat
dalam Surat Al-Fatihah ayat ke 6, saya akan
menjelaskan pengertian Surah Al-Fatihah. Surah Al-Fatihah merupakan surah yang
paling mulia karena merupakan pintu gerbang pembuka dari Al-qur’an. Karena itu
tak salah jika Quraish Shihab menyebutnya sebagai “ Mahkota Tuntunan Ilahi”(1).
Sebagai mahkota sudah barang tentu seluruh hal-hal yang terkandung dalam
surah-surah Al-qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat-ayat Al-Fatihah.
Kata ihdina diambil
dari kata hada, hidayah, yang biasa diterjemahkan dengan
petunjuk. Kata ini oleh pakar-pakar bahasa diartikan sebagai "
sesuatu yang menunjukkan (mengantar) kepada apa yang diharapkan ".
Biasanya sesuatu (petunjuk) itu disampaikan secara lemah lembut. Suatu hal yang
perlu digarisbawahi, karena tidak jarang terlupakan adalah bahwa hidayat berkaitan
erat dengan kelemah lembutan. kata hadiyah yang telah masuk
kedalam perbendaharaan bahasa indonesia, juga terambil dari akar kata yang sama
dengan hidayah. Hadia adalah "sesuatu yang diberikan
secara halus dan lemah lembut menuju apa yang diharapkan oleh si pemberi, yaitu
persahabatan dan jalinan hubungan yang lebih erat". Ihdina ash-shirath
al-mustaqim adalah permohonan kepada Allah agar sipemohon memperoleh
petunjuk dan diantarkan ke jalan yang luas lagi lurus ".
Kata-kata Tunjukilah kami jalan yang lurus merupakan doa. Doa ini meliputi
seluruh keperluan manusia, kebendaan dan rohani untuk masa ini dan masa yang
akan datang. Orang mukmin berdoa agar kepadanya
ditunjukan jalan lurus, jalan terpendek. Kadang-kdang kepada manusia
diperlihatkan jalan yang benar dan lurus itu tetapi ia tidak dipimpin kepadanya
atau jika pun dibimbing ke sana, ia tidak konsistan pada jalan itu dan tidak
mengikutinya hingga akhir.
Jalan yang Lurus adalah jalan Al-Islam, yang
sesuai dengan kitabullah (Al-qur'an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi
wa sallam dan pemahaman Para Sahabat, diantara mereka adalah Abu Bakar dan Umar
semoga Allah meridhai mereka semua dan itulah jalan yang Haq, perkara yang Haq.
Semoga Allah membimbing kita mengikuti jalan ini.
Menurut Saya mengapa surah Al-Fatihah
ayat ke 6 menjelaskan tentang tunjukilah kami jalan yang lurus bukan
jalan yang benar, karena Jalan yang lurus sudah mencakup dan mengandung makna
apa yang dimaksud “jalan yang benar”. Jalan yang lurus dimaksudkan dengan
segala sesuatu yang benar tanpa melanggar suatu kesalahan. Pengertian “jalan
yang lurus” dalam KBBI yaitu “Jalan lurus adalah benar menurut
peraturan (KBBI, 2008:559). Jalan yang lurus dapat diartikan juga sebagai sebuah
kebenaran tentang kehidupan.
Selain itu, jalan yang lurus termasuk ke dalam makna stilistika. Makna
stilistika yaitu gaya pemilihan kata sehubungan dengan adanya perbedaan sosial
dan bidang kegiatan di dalam masyarakat. Karena itulah digunakan kata jalan
yang lurus bukan jalan yang benar. Sesuai dengan bidangnya yaitu keagamaan,
ilmu agama mengajarkan kita untuk menuju jalan yang lurus, yaitu jalan yang
diridoi Allah Swt.
Dapat
disimpulkan bahwa Surah Al-Fatihah ayat ke 6 memang mengandung makna
“Tunjukilah kami Jalan yang lurus”, karena jalan yang lurus dimaksudkan dengan
segala sesuatu yang benar tanpa melanggar suatu kesalahan. Pengertian “jalan
yang lurus” dalam KBBI yaitu “Jalan lurus adalah benar menurut
peraturan (KBBI, 2008:559). Surah Al-Fatihah ayat ke 6 juga termasuk ke
dalam makna stilistika.