Jumat, 06 Juni 2014

                   ANALISIS MAKNA DALAM SURAH AL-FATIHAH AYAT KE 6



Artinya            :  Tunjukilah kami jalan yang lurus.

       Sebelum menganalisis makna yang terdapat dalam Surat Al-Fatihah  ayat ke 6, saya akan menjelaskan pengertian Surah Al-Fatihah. Surah Al-Fatihah merupakan surah yang paling mulia karena merupakan pintu gerbang pembuka dari Al-qur’an. Karena itu tak salah jika Quraish Shihab menyebutnya sebagai “ Mahkota Tuntunan Ilahi”(1). Sebagai mahkota sudah barang tentu seluruh hal-hal yang terkandung dalam surah-surah Al-qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat-ayat Al-Fatihah.
          Kata ihdina  diambil dari kata hada, hidayah,  yang biasa diterjemahkan dengan petunjuk.  Kata ini oleh pakar-pakar bahasa diartikan sebagai " sesuatu yang menunjukkan (mengantar) kepada apa yang diharapkan ".  Biasanya sesuatu (petunjuk) itu disampaikan secara lemah lembut. Suatu hal yang perlu digarisbawahi, karena tidak jarang terlupakan adalah bahwa hidayat  berkaitan erat dengan kelemah lembutan.  kata hadiyah yang telah masuk kedalam perbendaharaan bahasa indonesia, juga terambil dari akar kata yang sama dengan hidayah.  Hadia adalah "sesuatu yang diberikan secara halus dan lemah lembut menuju apa yang diharapkan oleh si pemberi, yaitu persahabatan dan jalinan hubungan yang lebih erat". Ihdina ash-shirath al-mustaqim adalah permohonan kepada Allah agar sipemohon memperoleh petunjuk dan diantarkan ke jalan yang luas lagi lurus ".
        Kata-kata Tunjukilah kami jalan yang lurus merupakan doa. Doa ini meliputi seluruh keperluan manusia, kebendaan dan rohani untuk masa ini dan masa yang akan datang. Orang mukmin berdoa agar kepadanya ditunjukan jalan lurus, jalan terpendek. Kadang-kdang kepada manusia diperlihatkan jalan yang benar dan lurus itu tetapi ia tidak dipimpin kepadanya atau jika pun dibimbing ke sana, ia tidak konsistan pada jalan itu dan tidak mengikutinya hingga akhir.
 Jalan yang Lurus adalah jalan Al-Islam, yang sesuai dengan kitabullah (Al-qur'an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dan pemahaman Para Sahabat, diantara mereka adalah Abu Bakar dan Umar semoga Allah meridhai mereka semua dan itulah jalan yang Haq, perkara yang Haq. Semoga Allah membimbing kita mengikuti jalan ini.
Menurut Saya mengapa surah Al-Fatihah ayat ke 6 menjelaskan tentang tunjukilah kami jalan  yang lurus bukan jalan yang benar, karena Jalan yang lurus sudah mencakup dan mengandung makna apa yang dimaksud “jalan yang benar”. Jalan yang lurus dimaksudkan dengan segala sesuatu yang benar tanpa melanggar suatu kesalahan. Pengertian “jalan yang lurus” dalam KBBI yaitu “Jalan lurus adalah benar menurut peraturan (KBBI, 2008:559). Jalan yang lurus dapat diartikan juga sebagai sebuah kebenaran tentang kehidupan.
Selain itu, jalan yang lurus termasuk ke dalam makna stilistika. Makna stilistika yaitu gaya pemilihan kata sehubungan dengan adanya perbedaan sosial dan bidang kegiatan di dalam masyarakat. Karena itulah digunakan kata jalan yang lurus bukan jalan yang benar. Sesuai dengan bidangnya yaitu keagamaan, ilmu agama mengajarkan kita untuk menuju jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridoi Allah Swt.
        Dapat disimpulkan bahwa Surah Al-Fatihah ayat ke 6 memang mengandung makna “Tunjukilah kami Jalan yang lurus”, karena jalan yang lurus dimaksudkan dengan segala sesuatu yang benar tanpa melanggar suatu kesalahan. Pengertian “jalan yang lurus” dalam KBBI yaitu “Jalan lurus adalah benar menurut peraturan (KBBI, 2008:559). Surah Al-Fatihah ayat ke 6 juga termasuk ke dalam makna stilistika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar